Rabu, 05 September 2018

Rabu, 08 Agustus 2018

Senin, 06 Agustus 2018

BAZNAS KARIMUN PEDULI KESEHATAN

Tidak ada komentar:
BAZNAS KABUPATEN KARIMUN (7/8/2018)

Bayi mungil pasangan Efendi dan Suhaini menderita kelainan di kepalanya saat lahir. Butuh penanganan intensif ke Jakarta. (Foto: Mustakim)

baznaskarimun, (7/8/2018) dua komisoner baznas kabupaten karimun Drs. H. Nasrial (tengah)  dan H. Sulpan ( dua dari kanan ) beserta Tim, Mustakim dan Mispan, Turun Langsung Menyerahkan bantuan. kepada Bayi laki-laki berusia 45 hari di Kabupaten Karimun mengalami kelainan di bagian kepala saat lahir. Pembengkakan terjadi di kepalanya, karena bagian otak keluar dari bagian atas kepala.

Wakil Ketua II bindang pendistribusian Drs. H. Nasrial mengatakan bantuan yang diberikan dari dana zakat Insidentil, semoga bisa meringankan biaya pengobatan anak tersebut, 


Pasangan Efendi dan Suhaini merupakan orang tua bayi laki-laki tersebut. Mereka merupakan warga RT 02/01 Pelambung, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.


Hingga saat ini belum diketahui nama penyakitnya yang diidap bayi malang itu. Hanya saja, bagian otak keluar dari tenggkorak kepalanya



"Pas melahirkan, bagian yang bengkak ini keluar duluan. Setelah 5 menit baru bayinya lahir," Papar Efendi, saat Tim Pedului Baznas Kabupaten Karimun berkunjung kerumahnya.

Anak kedua dari pasangan suami istri tersebut awalnya dirujuk ke RSUD M Sani Karimun. Namun, pihak rumah sakit meminta untuk di rujuk ke Batam.

"Setelah di Batam, Dokter menyarankan untuk membawa ke Jakarta, agar mendapat penanganan medis yang lengkap. Dokter tidak memberi tahu apa penyakit anak saya, tapi mereka mengatakan ini merupakan penyakit yang berat," ucap Bapak dua anak tersebut.

Kemudian, Efendi juga mengatakan, pihak rumah sakit di Karimun dan Batam tidak berani melakukan tindakan media seperti operasi bagian kepala yang bengkak tersebut.



Kamis, 21 September 2017

Senin, 04 September 2017

Alhamdulillah, STRATEGI BAZNAS TEMBUS BLOKADE BANTUAN KE MYANMAR

Tidak ada komentar:


Deputi Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas, Arifin Purwakananta tidak khawatir dengan kebijakan pemerintah Myanmar saat ini yang telah memblokade seluruh bantuan dari negara-negara lain. Menurutnya, sejauh ini Baznas tidak pernah mengalami kesulitan untuk masuk ke Myanmar membantu para korban konflik etnis Muslim Rohingya.



"Kami menyalurkan bantuan melalui atau berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, bersama-sama Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) dan di sana kami sudah turun bekerja sama dengan mitra di sana. Jadi kebetulan kalau Baznas tidak ada kesulitan ya," kata Arifin di kantor Baznas, Jakarta Pusat, Senin 4 September 2017.



Arifin mengakui, untuk masuk ke Rakhine, Myanmar, saat ini bukan lah hal yang mudah. Namun demikian, Baznas mencoba menyiasati masuk ke Myanmar dengan cara tidak menyasar Rakhine, lokasi etnis Rohingya, secara langsung.

Dia mengatakan, memang dalam konteks geopolitik dan perkembangan terkini di Myanmar, untuk menembus ke Rakhine memang sulit. Untuk itu, Baznas berupaya mencari alternatif lain agar bisa ditembus oleh Kementerian Luar Negeri.

“Ya, mungkin karena menteri (menlu) kita seorang wanita dan penguasa Myanmar itu seorang wanita juga, dan lain sebagainya, mungkin juga pemerintah Indonesia melakukan pendekatan-pendekatan yang mudah ditembus. Misalnya tidak melakukan pendekatan dengan penekanan mungkin, tapi fokus pada kemanusiaannya," ujar Arifin.


Myanmar telah memblokir semua bantuan dari badan PBB yang selama ini memberikan pasokan makanan, air, dan obat-obatan kepada ribuan warga sipil yang putus asa di tengah kampanye militer berdarah di Myanmar.

Menurut Kantor Koordinator PBB di Myanmar, pengiriman bantuan ditangguhkan karena alasan keamanan dan adanya larangan kunjungan oleh pemerintah. Pihak berwenang juga tidak memberikan izin operasi kepada badan bantuan, sehingga pengiriman pun terpaksa tertunda.


Sabtu, 26 Agustus 2017

ALHAMDULILLAH, STRATEGI BANTUAN BAZNAS TEROBOS BLOKADE KE MYANMAR

Tidak ada komentar:


Deputi Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas, Arifin Purwakananta tidak khawatir dengan kebijakan pemerintah Myanmar saat ini yang telah memblokade seluruh bantuan dari negara-negara lain. Menurutnya, sejauh ini Baznas tidak pernah mengalami kesulitan untuk masuk ke Myanmar membantu para korban konflik etnis Muslim Rohingya.



"Kami menyalurkan bantuan melalui atau berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, bersama-sama Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) dan di sana kami sudah turun bekerja sama dengan mitra di sana. Jadi kebetulan kalau Baznas tidak ada kesulitan ya," kata Arifin di kantor Baznas, Jakarta Pusat, Senin 4 September 2017.



Arifin mengakui, untuk masuk ke Rakhine, Myanmar, saat ini bukan lah hal yang mudah. Namun demikian, Baznas mencoba menyiasati masuk ke Myanmar dengan cara tidak menyasar Rakhine, lokasi etnis Rohingya, secara langsung.

Dia mengatakan, memang dalam konteks geopolitik dan perkembangan terkini di Myanmar, untuk menembus ke Rakhine memang sulit. Untuk itu, Baznas berupaya mencari alternatif lain agar bisa ditembus oleh Kementerian Luar Negeri.

“Ya, mungkin karena menteri (menlu) kita seorang wanita dan penguasa Myanmar itu seorang wanita juga, dan lain sebagainya, mungkin juga pemerintah Indonesia melakukan pendekatan-pendekatan yang mudah ditembus. Misalnya tidak melakukan pendekatan dengan penekanan mungkin, tapi fokus pada kemanusiaannya," ujar Arifin.


Myanmar telah memblokir semua bantuan dari badan PBB yang selama ini memberikan pasokan makanan, air, dan obat-obatan kepada ribuan warga sipil yang putus asa di tengah kampanye militer berdarah di Myanmar.

Menurut Kantor Koordinator PBB di Myanmar, pengiriman bantuan ditangguhkan karena alasan keamanan dan adanya larangan kunjungan oleh pemerintah. Pihak berwenang juga tidak memberikan izin operasi kepada badan bantuan, sehingga pengiriman pun terpaksa tertunda.

surat edaran baznas
Ayo salurkan Donasi anda 


 
back to top